Diberdayakan oleh Blogger.

All About Amethyst


Nah..loh.. lagi merasa sangat tergila-gila dengan batuan satu ini.
pertama tau dari baca salah satu novel "Diary Peramugari"
tampaknya batuan ini sangat menarik, dan jadi pengen miliki deh hahaha... *nabung*
Katanya batu Ametyst ini punya pengaruh bagi si pemilik untuk mengendalikan emosi, mendatangkan rasa kasih sayang, dan memberi ketenangan.

Batu ametis dikenal akan warnanya yang ungu namun warna batu ametis juga ada yang ungu muda, ungu kemerah-merahan, ungu kebiru-biruan dan bahkan ada yang hampir hitam. Batu ametis di Indonesia dikenal dengan nama kecubung kasihan. Karena warna ungu selalu dikaitkan dengan warna kerajaan maka batu ametis sering digunakan untuk barang-barang kerajaan Inggris seperti menghiasai mahkota, perhiasan, dekorasi ruangan atau upacara.

Nama batu ametis berasal dari bahasa Yunani yang artinya “tidak mabuk”. Batu ametis sering dikaitkan dengan dewa anggur dan katanya jika meminum air atau minuman alkohol yang ada di gelas terbuat dari batu ametis akan membantu si peminum supaya tidak keracunan atau mabuk, dan batu ametis tersebut juga akan mencegah supaya tidak ketagihan atau kecanduan. Batu ametis juga pernah lebih berharga dari pada batu intan dan pada umumnya batu ametis akan bersinar terang setelah sekian lama dijemur.

Warnanya Ungu, batu permata warna ini meliputi jenis Kecubung/Ametis dan Turmalin ungu. . Jenis ini masih berkaitan dengan sumber energi di bagian kepala sebagai cakra ketujuh. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang sangat membantu menumbuhkan ketenangan, mengurangi energi yang negatif, lebih banyak menghasilkan getaran feminim, dan baik untuk membantu pengembangan batin yang positif.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sebuah Email

Pagi ini abis buka-buka email lama.. ngapus2in email yang ga penting.
tiba2 pas lagi delete di folder Spam, nemu satu email dari orang tak dikenal..
berikut isi emailnya..

Saya Nixxxx, dari Indonesia . Saya telah menikah dengan Bapak Edxxxx, seorang Insinyur dari Inggris. Kami resmi menikah pada tanggal 10 Oktober 2001. Pada saat itu dia sedang bekerja sebagai karyawan kontrak di Sxxxx,sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengeboran dan saluran pipa minyak, gas dan bahan bakar,

berbasis di Singapura. Kontrak kerjanya berakhir pada tahun 2004. Kami lalu pindah di negara asalnya Inggris bersama dengan anak perempuan kami.Pada tanggal 26 April 2008, kami sekeluarga sedang dalam perjalanan pulang dari pantai. Mobil kami mengalami ban pecah lalu menabrak sebuah tiang listrik. Setir mobil masuk menembus dan melukai dada suami saya. Dia meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit. Tuhan masih melindungi saya & anakperempuan saya.

Setelah suami saya dimakamkan pada tanggal 10 Juli 2008, keluarganya datang menuntut properti suami saya. Mereka semua mengklaim bahwa saya tidak menikah dengan Bapak Edxxxxsecara resmi. Saya harus menyerahkan semua rumah dan properti kepada mereka termasuk akses ke semua rekening bank kami dan beliau. Sejak bulan Agustus 2008, kami mengadu ke pengadilan untuk menyelesaikan masalah ini bersama pengacara almarhum suami saya. Tapi sejak itu pula tidak ada satu pun yang didapat.

Almarhum Suami saya memiliki sejumlah uang sebesar US $6,000,000,00. yang disimpan untuk investasi dalam sebuah rekening di Bank . Sampai saat ini tidak ada satu pun anggota keluarganya yang mengetahui keberadaan rekening ini. Hanya saya & pangacara kami yang mengetahui tentang sejumlah uang pada rekening almarhum suami saya ini.

Saya memutuskan untuk menyerahkan semua rumah dan property kepada keluarga suami saya dan mengambil uang di rekening ini untuk kembali ke Negara saya Indonesia bersama anak perempuan saya untuk memulai hidup baru. Dari hasil penelitian saya terhadap uang pada rekening suami saya, ternyata BELUM ditunjukkan ahli waris. Inilah yang menjadi alasan saya untuk mencari orang yang dapat dipercaya agar membantu kami sebagai ahli waris almarhum suami saya Bapak Edxxxx. Anda akan mendapatkan uang tersebut untuk ditransfer ke rekening bank anda.
Transaksi ini 100% LEGAL & TIDAK BERESIKO.

Saya akan memberikan Anda semua informasi penting yang diperlukan untuk mengklaim uang ini. Saya yakin kalau Anda tidak akan mengecewakan saya sekarang ataupun di masa yang akan datang.
SAYA MENGHUBUNGI ANDA KARENA YAKIN ANDA TIDAK AKAN SEKALIPUN MENGECEWAKAN SAYA DENGAN MENGAMBIL SEMUA UANG TERSEBUT UNTUK REKENING ANDA SAJA. SAYA AKAN MEMBERIKAN SEMUA INFORMASI YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGKLAIM UANG INI. TOLONG JAGA INI SEBAGAI KEPERCAYAAN YANG SAYA BERIKAN KEPADA ANDA.
Saya menunggu respon POSITIF anda SECEPATNYA ke email


Gimana ?? ini penipuan apa bukan... kyak nya ga penting yah, terharu sih sama ceritanya.. tapi abaikan saja deh... hahaa

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

"Aku akan kehilangan mu..." Drive"Melepasmu"


Tiba-tiba pikiranku ingat dengan satu sore, dengan seseorang..

"semakin ku menyayangimu, semakin ku harus melepasmu dari hidupku.."lirik yang ini sempat bikin hati ciut, dan pengen nangis tapi ditahan.. hmm kebayangkan..

Ini adalah makna dari lagu ini, yang aq copy dari salah satu blog seseorang.

Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang telah lama berhubungan dengan seorang kekasihnya yang telah lama dijalani oleh kedua pasangan tersebut. Pasangan kekasih ini sangat mencintai satu sama lain dan yang terpenting tidak terpisahkan. Pada mulanya perjalanan pasangan kekasih ini berjalan dengan romantisme yang dijalankanya, seperti hal nya layak orang berpacaran satu sama lain, yang saling memberikan cinta kepada pasanganya. Kekasihnya yang pria telah sangat mencintai si wanitanya yang dicintai dan si pria pun terlibat masalah yang tidak bisa diungkapkan kepad sang kekasih, dan ternyata si pria harus meninggalkan sang kekasih yang telah dicintanya selama bertahun-tahun, dan si pria pun tidak rela meninggalkan sang kekasihnya yang semakin hari bertemu semakin sayang dan cinta kepadanya. Dan si wanitanya pun sangat sayang dan cinta kepada si pria, si pria ini akan meninggalkan dan menjauh kepada si wanita yang telah dicintainya, si pria pun melepasnya si wanita yang sangat mencintainya, dengan sangat tidak rela, dan si pria pun berharap akan ada seseorang yang bisa mencintai lebih dari dan menjaganya dangan sepenuh hati.


inti nya adalah "Aku akan kehilangan mu..."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta orang ketiga


Beberapa waktu yang lalu, saya mendengarkan curhat seorang teman. Seorang teman yang terlibat percintaan dengan pria yang sudah beristri. Selama ini saya selalu mencibir atau membentuk senyum sinis pada sudut bibir saya jika mendengar atau membaca cerita tentang hal demikian. Tapi kali ini tidak. Karena saya melihat sendiri betapa teman saya begitu terluka, bahkan sampai saya tak tahu harus memberi saran apa karena melihat sorot matanya yang putus asa dan rapuh.

Setiap orang yang pernah terlibat dalam affair seperti ini pastilah punya alasannya masing-masing. Entah alasan itu berupa fakta yang logis dan rasional, atau sekedar pembenaran emosional belaka. Dengan dalih baru tahu belakangan kalau sang pria sudah beristri dan sudah terlambat untuk menghentikan perasaan cinta yang menggebu-gebu, atau bahkan sudah tahu dan sadar sejak awal bahwa hubungan itu berjenis affair yang dibangun di atas ketidak-seharusan. Dan saya tak pernah sekali pun menanyakan apa yang sedang terjadi antara dia dan pacarnya yang juga suami orang lain.

Teman saya menggambarkan dengan detail bahwa perasaannya hancur ketika mengingat waktu yang terus berjalan, bukan berhenti saat ini dimana dia merasa bisa memiliki laki-laki itu untuk dirinya sendiri. Hatinya tersayat sekoyak demi sekoyak bersama detik waktu yang berlari maju. Maju dan semakin meninggalkan dia dalam palung cinta kemustahilan yang semakin curam dan curam.

Dia mengatakan cukup tahu diri dan tidak tega untuk meminta laki-laki itu memilih diantara dia dan sang istri. Saya memahaminya...., meski terlihat keras, tapi soal cinta, semua indera kadang menjadi tak mencecap atau bahkan menjadi terlalu sensitif. Dia tidak tega terhadap istri affairnya karena merasa sama-sama perempuan dan menurutnya sama-sama tersakiti. Well, saya pikir ini memang tidak adil untuk kedua perempuan ini.

Menjadi seorang istri yang suaminya punya affair sungguh merupakan situasi yang tidak pernah diinginkan perempuan mana pun juga. Demikian pula, menjadi seorang perempuan selingkuhan juga mengalami siksaan batin, masih ditambah stigma negatif yang selalu menempel di belakang predikatnya. Perempuan selingkuhan, penggoda suami, penghancur rumah tangga, atau perebut suami orang. Hm... membayangkannya saja saya sudah ikut sakit hati. Untuk siapa? Untuk keduanya.

”Jadi kapan kamu mau menyudahinya, Non? Sudah cukup kau bermain api. Separuh renda di ujung gaunmu sudah mulai terbakar.” Tanya saya padanya sambil melihatnya menghembuskan asap tipis hasil dari hisapan pendeknya.

“Aku tidak main api. Aku hanya mengikuti lambaian hatiku. “ jawabnya sangat lirih sambil matanya menatapku lurus, mencoba meyakinkanku kalau dia baik-baik saja.

“Baiklah, kalau kamu tak mau kubilang bermain api. Apa mau aku bilang kamu bermain air? Kamu bermain-main dengan kecipak air di pinggiran sungai, dan tanpa kamu sadar kamu sudah ada di tengah-tengah sungai dengan arus yang semakin deras? Api, air, atau apalah itu, you name it, yang jelas kamu sudah terlalu masuk ke dalam hal yang tidak seharusnya terjadi. Terbakar hangus, tenggelam, atau hancur. Itu suatu keniscayaan yang akan kamu dapat, Non.” Kata saya sambil menatap matanya lebih tajam, berusaha meyakinkannya kalau dia tidak baik-baik saja.

Terngiang di telingaku pembenaran-pembenaran yang pernah dikatakan teman saya ini, ” Dia menikah tanpa cinta, kehidupan pernikahannya datar dan tidak bahagia, keseharian hanyalah melakukan tanggung jawab semata.”

Waktu dia mengatakannya beberapa waktu yang lalu, saya hanya diam sambil memperhatikannya memainkan sendok ice-cream. Tiba-tiba kali ini saya ingin menjawabnya, “Non, apa pun yang dia katakan tentang kehidupan perkawinannya, whatever-lah itu, yang jelas itu semua bukan urusanmu! Itu masalah intern rumah tangga mereka. Apa kamu sadar bahwa dengan masuknya kamu dalam kehidupan mereka, itu membuat kehidupan mereka semakin kehilangan cinta, semakin datar, semakin tidak bahagia, dan semakin menyiksa? Semua jauh lebih baik sebelum kamu datang. Itu pasti.”

Teman saya mengangguk kecil, dia tahu saya benar. Dan saya senang dia masih belum kehilangan akal sehatnya. “Aku tak mau mendengar kamu ngomong bahwa kamu akan mengakhirinya. Pikirkan itu.” Pesan saya sebelum sebelum saya meninggalkan rumahnya yang terkesan tua, rapuh tapi tetap angkuh.

Teman saya menghempaskan tubuhkan tepat di sebelah saya, di sofa nyaman di suatu café tempat saya menunggunya setelah sebelumnya janjian via sms. Dari raut wajahnya yang cerah, saya berasumsi bahwa dia sedang mengalami hari yang menyenangkan. Tapi bagi saya ini tidak menyenangkan, karena hari yang menyenangkan bagi teman saya adalah kebersamaan, kemesraan, dan keiintiman dengan suami orang. Saya mencium aroma yang tidak saya sukai. Sesuatu yang semakin tak terkendali pada dirinya.

“Tequila Sunrise, 3 shots.” Pesannya pada waitress.

“Kamu nggak waras!” bentak saya.

Tetapi bentakan saya langsung berubah menjadi pelukan support ketika dari mulutnya keluar kata-kata. “ Saya sudah mengakhirinya. ‘Sudah’, bukan ‘akan’ seperti yang kamu bilang. I won.”

Saya lepas pelukan itu dan melambai pada waitress ikut order minuman yang sama, Tequila Sunrise, 3 shots.

Malam itu saya ikut berpesta dengan teman saya yang ternyata masih waras.






Note: Cerita ini aku dapat dari salah satu web
http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/9/216/mencintai_suami_orang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS