Diberdayakan oleh Blogger.

harus tetap bersyukur dan Sabar !!!

ternyata teori emang selalu berbanding terbalik dengan kenyataan yg harus dialami.
Sabar... huaa kata-kata ini mudah banget di ucapin tapi susahhhh sah sah sah bngtttt buat di terapin. heu heu... betapa susah nya melatih kesabar. Gimana caranya biar bisa lebih sabar yah... ? *bertanya*

gimana bisa sabar. Ini cerita gara-gara muka yang bengap karena obat jerawat. hmm..lagi lagi salah gw juga, udh tau punya kulit sensitif banget, malah coba-coba make obat yang dosis tinggi. tadinya sih coba-coba pake obat ini kirain bisa ngilangin flek hitam bekas jerawat, yang katanya klo pake obat itu bisa hilang. dasar emg nafsu aja mo cepat2 ngilangin bekkas jerawat coba lah pake obat itu. hari pertama lumayan ngelupas2 dikit, hari kedua muka mulai merah2 ga jelas dikirain udah mulai beraksi tuh obatnya, lanjutin pemakaian... hari ketiga muka hancurrrrrr.... meraaahhh periiihhh. Huaa ternyata muka ku iritasii....

Sekarang baru sadar kan, klo hidup harus selalu bersyukur. klo ga bersyukur ya gini lah jadinya. bukannya hilang bekas jerwatnya malah muka jadi iritasi. meraaahhh periihhh, nyiksaaa deh... mana dua hari lagi harus terbang ke palembang. ntr di liat nyokap neh muka hancur gini, bisa shock tuh madam.

hadeh.. pemakaian dihentikan. di olesin baby oil, di kompres es batu... sambil bacain sholawat.. lumayan sih udah agak mendingan juga dari kemarn. ya Allah ampunn,, ga lagi-lagi deh. jadi mesti extra hati-hati pilih obat apalagi buat muka.
Nah sekarang terasa kan, klo ngaca aq aja takut liat muka ku apalagi orang lain yang liat. huaaa jadi ga berani buat keluar kostan..

satu pelajar di dapet dari kejadian ini..
hidup harus selalu bersyukur apapun kondisinya dan harus bisa sabar jng cuma nurutin yang namanya nafsu. ya ALlah mudah2an bisa cepet sembuh..amiiinnn.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

●●BUAT YANG TERSAKITI●●

Teruntuk seseorang yang pernah ku sakiti.

Teruntuk seseorang yang kecewa dengan tingkahku selama ini, untuk dia yang terus berdiam diri, untuk seseorang yang pernah mengisi namanya dihatiku ini.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang pernah tersakiti,

Lama kita tidak saling mengirim kabar, teramat lama juga kita membangun luka antara sesama kita. Maafkanlah aku yang terus kecewa, maafkan aku yang begitu posesif ingin melindungimu namun aku tak pernah mengerti cara yang dewasa yang kau anggap baik untuk melindungimu. Maafkanlah aku yang tak pernah dewasa dalam mengambil sikap.

Teramat lama aku ingin segera mengakhiri perang dingin ini. Teramat lama aku ingin kita kembali berteman seperti dulu lagi, tanpa harus ada makian antara aku dan kamu. Teramat lama dan telah teramat sesak aku menunggu waktu yang tepat untuk mengucapkan kata maaf ini. Maka maafkanlah aku.

Apakah engkau harus terus memegang kata: tidaklah mudah untuk memaafkan.

Bukankah Tuhan saja Maha Pemaaf, namun mengapa aku atau engkau tidak mampu memaafkan? Sudah menjadi tuhan-tuhan kecilkah kita?

Atau memang engkau telah memaafkan segala kesalahanku? Namun mengapa telah terputus tali silaturahmi diantara kita?

Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah begitu mudah memutuskan sesuatu yang berat, janganlah begitu mudah membenci sesuatu. Hal yang engkau anggap ringan itu sebenarnya adalah sesuatu yang berat di mata Allah. “Dan janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil.”

Masih ingatkah engkau suatu kisah, dimana engkau bercerita: “Aku pernah memiliki seekor domba, dulu domba itu begitu kusayang. Kemana aku pergi domba itu mengikutiku, dan kemana domba itu beranjak akupun mengikutinya. Namun suatu hari aku amat begitu buruk dan membencinya, domba itu mulai sering mengomel. Dia mengoceh betapa aku harus lebih sering mandi, dia terus berkelakar bahwa tidak baik jika aku tidak mandi. Dia mulai sering mengkritikku. Aku marah. Aku ku tinggalkan domba itu sendiri. Tidak peduli dia mau mati atau terisak nangis sendiri. Bahkan domba itu mulai membentak bahwa selama ini aku tidak ikhlas menemaninya, padahal aku ikhlas.”

Dan aku pun tersenyum mendengar kisahmu. Aku pun berkata, “Mengapa tidak kau temani lagi dombamu yang sedang merajuk itu?”

Kau pun ketus menjawab, “TIDAK! Dia bukan dombaku!”

Tahukah engkau wahai seseorang yang pernah ku sakiti, aku pun kini merasakan apa yang dialami oleh domba itu. Terlalu sakitkah dirimu sehingga engkau begitu membenciku dan menjadikan aku laksana domba dalam ceritamu?

Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah engkau seperti Yunus ketika meninggalkan kaumnya karena kemarahannya akibat kezaliman kaumnya dan Allah pun memperingatkan Yunus, “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.”

Dulu kita pernah berteman baik sekali, hingga aku pun mengerti kapan kau akan sakit dalam tiap-tiap bulanmu. Dulu engkau begitu pengasih, hingga tahu betapa aku menginginkan sesuatu dan engkaupun memberikannya. Dulu, kita berdua begitu baik.

Namun mengapa setelah datang kebaikan, timbul keburukan?

Sedari awal, aku telah memaafkanmu. Bahkan aku merasa, kesalahanmu di mataku adalah akibat salahku. Aku yang memulai menanam angin, dan aku melihat badai di antara kita. Badai dingin yang amat begitu menyesakkan. Paling tidak untukku.

Jangan takut jika engkau khawatir perasaan cinta yang dulu melekat akan kembali timbul. Aku bukanlah seorang baiquni seperti yang dulu lagi. Aku telah mengubah sudut pandangku tentang seseorang yang layak aku cintai. Aku sekarang sedang mencari bidadari.

Ingin aku bercerita kepadamu, kandidat-kandidat bidadariku.

Mengapa setelah habis cinta timbul beribu kebencian. Mengapa tidak mencoba membuka hati untuk seteguk rasa maaf. Jujur, bukan dirimu saja yang tersakiti, namun aku juga. Namun aku mencoba membuang semua sakit yang begitu menyobek hati. Andai engkau tahu wahai engkau yang pernah kusakiti.

Pernahkah engkau menangis karenaku seperti aku menangis karenamu? Seperti aku terisak dihadapanmu. Pernahkah?

Mungkin dirimu telah menemukan seseorang yang begitu engkau sayangi. Seseorang yang mampu membangkitkan hidupmu lagi, tetapi aku? Pernahkah engkau berpikir betapa hal yang engkau lakukan terhadapku begitu berdampak laksana katrina. Bahkan setelah itu aku masih memaafkanmu, bahkan aku menunduk memintamu memaafkan aku.

Sudah menjadi tuhan kecilkah dirimu? Bahkan Tuhan saja memaafkan.

Tahukah wahai engkau yang pernah tersakiti, betapa aku meneteskan air mata saat menulis ini. Betapa aku seolah pendosa laksana iblis yang terkutuk. Apakah engkau mengerti apa yang kurasakan? Mengertikah dirimu?

Tak pernah ada manusia yang luput dari suatu kekhilafan. Tidak aku, tidak juga kamu wahai engkau yang pernah tersakiti. Maka, bukalah pintu maafmu itu.

Untuk surat ini, untuk kekhilafanku yang lampau, untuk kenangan yang membuatmu sakit, untuk segala sesuatu tentang kita, aku minta maaf.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

sumber : http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/buat-yang-tersakiti/428542551041

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Karena kau adalah mawar

Mawar,ROse,rosas,rozen cantik paras mu,Indah rupamu
dan wangi tubuh mu.itu lah engkau mawar.RUpa mu yag indah menarik semua perhatiaan pencintamu, memberikan keindahan dan menebarkan wangi nya tubuhmu...
itulah kau mawar...

aq ingin menjadi sepertimu,karena kau cantik..
kau memberikan ke indahan tersendiri..
cantik.. tapi tidak semua orang bisa menyakitimu..
kau punya duri yang akan melukai orang-orang yang akan menyakitimu
hingga tak kan ada lagi seseorang yang akan menyakitimu...
mereka hanya akan mengagumimu..mereka hanya akan memujamu tanpa menyakitimu sedikitpun...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

....

Tuhan ku...
Atas semua kejadian yg telah terjadi dari awal tahun ini
permainan perasaan berperan disini
perasaan yang hanya bisa menyakiti..

tuhan..
KEsabaran yang kau berikan, tidak cukup untuk menghilangkan sakit nya
waktu telah menjawab semua tanya ku selama ini.
aq tau tuhan, rahasia mu yang kau rancang sedemikian rupa
akan ada, dan akan indah pada waktunya..

sekarang aq mengerti tuhan
aq sangat mengerti.. apa mau mu
kau buat aq begini, karena kau mau menjadikan aq manusia yg kuat
seorang manusia yang tidak rapuh hanya karena kecintaan nya pada makhluk mu

sungguh berdosanya aq tuhan,
karena aq begitu mencinta makhluk ciptaanmu itu
semakin kuat aq melawan nya, maka akan semakin kuat juga perasaan itu
tidak seharusnya aq mencintai makhlukmu berlebihan.
melainkan rasa cintaku padamu..

tapi tuhanku...
aq tau , kau mengerti apa yg ada dalam hati ku, tentang rasa yg ada
aq memang mencintainya, yah.. aq menyayangi nya
tapi rasa itu tidak membuat aku harus memiliki nya
ada wanita lain yang lebih mebutuhkan dy..
aq tidak pernah mengambil apa pun dari wanita itu
aq tidak pernah merebut apapun yang bukan menjadi hakku

dan aku harus tetap bertahan bersabar
sampai waktu itu datang
dan kau berikan kesempatan untuk bertemu dengan nya
untuk menjawab semua tanya yang ada...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS